UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KEBUGARAN JASMANI DENGAN PENGGUNAN MEDIA ALAT BANTU VIDEO TUTORIAL

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KEBUGARAN JASMANI DENGAN PENGGUNAN MEDIA ALAT BANTU VIDEO TUTORIALDI SMAN I SUKAHAJI KECAMATAN SUKAHAJI KABUPATEN MAJALENGKATAHUN PELAJARAN 2021-2022 
Oleh :
 Irfan Fajar Hasanuddin 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya meningkatkan hasil belajar kebugaran jasmani siswa kelas XI IPA 1 SMAN 1 Sukahaji Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka melalui penggunaan media alat bantu video tutorial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas) atau Action ResearchSampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA I SMAN I Sukahaji Kec.Sukahaji Kabupaten Majalengka Tahun Pelajaran 2021/2022 sebanyak 35 orang siswa terdiri dari 13 orang siswa laki-laki, dan 22 orang siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Catatan lapangan, Tes hasil belajar, Tes Psikomotor.Hasil analisis dari pengolahan data penelitian diketahui bahwa video tutorial yang telah direvisi dengan penambahan deskripsi terkait konsep sistematika gerak bentuk-bentuk latihan kebugaran jasmani yang benar memberikan dampak yang positif terhadap pemahaman peserta didik, sehingga peserta didik paham dan mampu melakukan berbagai gerakan bentuk- bentuk latihan kebugaran tersebut dengan benar. Hal tersebut berpengaruh terhadap tingkat ketuntasan belajar peserta didik. Maka dengan memanfaatkan media video tutorial tersebut informasi ajar yang disampaikan dalam proses pembelajaran bisa diterima dengan baik. Pendekatan pembelajaran dengan menggunakan media video tutorial memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar secara mandiri sesuai dengan percepatan pembelajaran masing-masing. Video tutorial sebagai alat atau sarana pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.
PENDAHULUAN
Wabah corona virus 2019 (Covid-19) yang telah melanda 215 negara di dunia, memberikan tantangan tersendiri bagi lembaga pendidikan, termasuk di Sekolah Menengah Atas (SMA). Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan terkait larangan berkerumun, pembatasan sosial (social distancing) dan menjaga jarak fisik (physical distancing), memakai masker dan selalu cuci tangan. Sementara itu. melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah telah melarang lembaga pendidikan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (konvensional) dan mengintruksikan kepada seluruh lembaga pendidikan untuk penggunaan metode daring dalam proses pembelajarannya. (Surat Edaran Kemendikbud Dikti No. 1 tahun 2020).Bentuk pembelajaran yang dapat dijadikan solusi dalam masa pandemi covid-19 adalah pembelajaran daring. Menurut Moore, Dickson-Deane, & Galyen (2011) Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang menggunakan jaringan internet dengan aksesibilitas, konektivitas, fleksibilitas, dan kemampuan untuk memunculkan berbagai jenis interaksi pembelajaran. Penelitian yang dikakukan oleh Zhang et al., (2004) menunjukkan bahwa penggunaan internet dan teknologi multimedia mampu merombak cara penyampaian pengetahuan dan dapat menjadi alternatif pembelajaran yang dilaksanakan dalam kelas tradisional.Konsekuensi logis yang menjadi prasyaran dalam pembelajaran daring tersebut diantaranya ketersediaan sarana dan prasarana alat komunikasi, kompetensi baik itu guru maupun peserta didik terkait pengetahuan teknologi dan komunikasi sebagai media proses pembelajaran. Sehingga proses pembelajaran tersebut akan dapat tercipta dengan baik yang akhirnya akan dapat berpengaruh terhadap hasil belajar dari peserta didik itu sendiri.Dalam masa pandemi covid 19 dan kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan dan informasi yang terjadi kini mengakibatkan berubahnya cara seseorang untuk belajar, untuk memperoleh informasi dan menyesuaikan informasi. Mengimbangi hal tersebut diperlukan adanya penyesuaian terhadap mutu pembelajaran. Salah satu caranya adalah dengan penggunaan media pembelajaran sebagai sarana pembelajaran. Media pembelajaran ini dapat mempermudah kegiatan pembelajaran bagi peserta didik dan guru.Salah satu cara untuk melakukan pembaharuan tersebut dengan menggunakan media pembelajaran serta strategi pembelajaran yang berbeda dari sebelumnya. Media serta strategi pembelajaran memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran.Dalam proses pembelajaran kebugaran jasmani di kelas XI Ipa 1 SMAN 1 Sukahaji berbasis daring, ditemukan permasalahan-permasalahan yang sedikit banyak menghambat terhadap kelancaran proses pembelajaran tersebut. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil belajar untuk materi kebugaran jasmani tingkat pencapaian ketuntasan belajarnya masih relatif rendah, dari jumlah 35 peserta didik di kelas XI Ipa 1 SMAN 1 Sukahaji tersebut yang termasuk kriteria memenuhi standar ketuntasan belajar hanya 15 orang peserta didik atau hanya 42 % dari total peserta didik di kelas tersebut. Berdasarkan hasil analisi penulis, rendahnya tingkat ketercapaian ketuntasan belajar tersebut tidak lepas dari metode pembelajaran daring, yang membatasi interaksi peserta didik dengan guru sehingga komunikasi dalam proses pembelajaran sangat terbatas yang berujung kepada tingkat pemahaman peserta didik dalam memahami materi pembelajaran itu sendiri.Berdasarkan masalah yang ditemukan maka diperlukan adanya perbaikan dalam proses pembelajaran agar dapat meningkatkan kemampuan siswa. Penggunaan media pembelajaran dapat dijadikan cara untuk perbaikan dalam proses pembelajaran tersebut, dengan menggunaan media pembelajaran peserta didik akan tertarik pada kegiatan belajar dan mempermudah guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan adalah media video tutorial. Penggunaan media video tutorial dapat membantu guru, karena guru tidak perlu menjelaskan materi terlalu banyak kepada peserta didik sehingga melatih peserta didik untuk belajar secara mandiri, jika kurang mengerti materi maka peserta didik cukup memutar ulang video tutorial yang telah tersedia. Selain itu dengan menggunakan media video tutorial peserta didik tidak jenuh dalam proses pembelajaran sehingga motivasi dan minat belajar peserta didik akan meningkat.Di dalam pemanfaatan media video tutorial dalam pembelajaran kebugaran jasmani, dalam video tersebut terdapat serangkaian kegiatan serta tahapan-tahapan gerak dalam dalam materi kebugaran jasmani sehingga siapapun dapat mengikuti dan mempraktikkan secara langsung dalam proses pembelajaran mandiri. Penggunaan media video tutorial akan dapat memberikan pengalaman yang lebih dibandingkan media yang lainnya, karena pada saat media digunakan indra dalam diri akan lebih mudah untuk merespon dan menangkap isi dari media tersebut. Hal ini di dasari atas pandangan Edgar Dele (1946) dengan teorinya “Cone of Experience” tentang pengalaman belajar. Kemampuan manusia dalam menyimpan pesan adalah : verbal (tulisan) 20%, Audio saja 10%, visual saja 20%, Audio visual 50%. Tetapi jika proses belajar hanya menggunakan metode (a) Membaca saja, maka pengetahuan yang mengendap hanya 10%. (b) Mendengarkan saja pengetahuan yang mengendap hanya 20%. (c) Melihat saja pengetahuan yang mengendap bisa 50%. Dan (d) Mengungkapkan sendiri pengetahuan yang mengendap bisa 80%. (e) Mengungkapkan sendiri dan mengulang pada kesempatan lain 90%. Maka dengan memanfaatkan media video tutorial tersebut informasi ajar yang disampaikan dalam proses pembelajaran bisa diterima dengan baik. Pendekatan pembelajaran dengan menggunakan media video memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar secara mandiri sesuai dengan percepatan pembelajaran masing-masing. Video sebagai alat atau sarana pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.Berdasarkan deskripsi yang telah dijelaskan, penelitian ini dimaksudkan untuk mengatasi masalah yang ada dan meningkatkan prestasi belajar. Penelitian yang dirancang merupakan penelitian tindakan kelas dengan judul “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kebugaran Jasmani Dengan Penggunan Media Alat Bantu Video Tutorial Di SMAN 1 Sukahaji Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka”. Berdasarkan asumsi dan analisi penulis, maka penelitian tindakan kelas ini harus dilaksanakan.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas) atau Action Research. PTK adalah suatu kajian yang bersifat reflektif yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional. Penelitian Tindakan Kelas adalah suatu kegiatan yang sengaja dilakukan oleh sekelompok pengajar untuk meningkatkan pemahaman terhadap praktik dan situasi, memperbaiki situasi sosial, serta memperbaiki praktik pendidikan yang terjadi di dalam kelas berdasarkan refleksi mengenai hasil-hasil dari tindakan tersebut.Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan karena peneliti melakukan suatu tindakan yang secara khusus diamati dan dilihat baik buruknya kemudian diberikan tindakan yang tepat untuk mencapai tujuan yang maksimal. Tujuan utama dalam PTK adalah untuk perbaikan dan peningkatan layanan professional guru dalam menangani proses belajar mengajar.Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA I SMAN I Sukahaji Kec.Sukahaji Kabupaten Majalengka Tahun Pelajaran 2021/2022 sebanyak 35 orang siswa terdiri dari 13 orang siswa laki-laki, dan 22 orang siswa perempuan.Lokasi penelitian adalah SMAN I Sukahaji Kec.Sukahaji Kabupaten Majalengka.Desain penelitian ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Stephen Kemmis dan Robbin McTaggart. Hal ini karena model Kemmis dan Mc. Taggart mudah digunakan. Model ini merupakan pengembangan dari model Kurt Lewin. Hakikatnya model ini merupakan untaian perangkat yang terdiri atas empat komponen yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.Instrumen yang digunakan oleh penulis untuk mengumpulkan data dalam penelitian adalah : Catatan lapangan, Tes hasil belajar, Tes Psikomotor.Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriftif kuantitatif dengan cara membandingkan hasil belajar peserta didik sebelum tindakan dengan hasil belajar peserta didik pada tiap siklus.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Pra Siklus
Sebelum melaksanakan proses penelitian tindakan kelas ini, terlebih dahulu peneliti melakukan kegiatan menganalisis/survey awal untuk mengetahui keadaan nyata yang ada di lapangan.
Tabel Persentase Data Awal Hasil Belajar Kebugaran Jasmani Terkait Kesehatan (Daya Tahan Cardioresviratori) Sebelum Diberikan Tindakan Menggunakan Media Video Tutorial
https://drive.google.com/file/d/1Jn2t91xc8CWA98KwiJA2fb-Pnrl8ru48/view?usp=drive_link

Berdasarkan hasil deskripsi rekapitulasi data awal sebelum diberikan tindakan maka dapat dijelaskan bahwa mayoritas siswa belum menunjukan hasil yang bagus, prosentase ketuntasan belajar dengan kriteria sangat baik 0%, baik, 6%, cukup baik 37 %, dan kurang baik 57%.Melalui deskripsi data awal yang telah diperoleh tersebut kriteria yang masih dominan adalah kurang baik sebanyak 20 orang (57%) atau hasil belajarnya  masih dibawah KKM (78). Maka akan dilakukan tindakan dalam rangka untuk memperbaiki dan meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam materi kebugaran jasmani terkait kesehatan (daya tahan cardioresviratori) pada peserta didik kelas XI IPA I SMAN I Sukahaji Kabupaten Majalengka tahun pelajaran 2020/2021.
Perencanaan Siklus I
Kegiatan yang peneliti lakukan pada tahap perencanaan di siklus 1 adalah sebagai berikut: 1) Menentukan materi ajar, 2) Menentukan model pembelajaran yang digunakan, dalam hal ini peneliti menerapkan model pembelajaran berbasis penemuan (discovery learning), 3) Menyusun rencana proses pembelajaran (RPP), 4) Menyusun atau membuat media pembelajaran, dalam hal ini video tutorial terkait materi kebugaran jasmani, 5) Menyusun instrumen evaluasi pembelajaran. Untuk ranah afektif melalui lembar pengamatan terkait sikap disiplin, jujur, dan tanggungjawab. Untuk ranah kognitif, melalui tes tulis dalam bentuk pilihan ganda. Sementara untuk kemampuan psikomotor menggunakan tes unjuk kerja melalui penilaian projek.
Pelaksanaan Siklus I
Pelaksanaan proses pembelajaran berbasis daring, dengan menggunakan aplikasi Zoommeetng (syncronus) dan Wagroup (asyncronus). Proses pembelajaran kebugaran jasmani terkait kesehatan (daya tahan cardioresviratory) melalui pemanpaatan media pembelajaran video tutorial pada siklus I, terdiri dari tahapan-tahapan : a) Pendahuluan (syncronus) melalui Zoommeeting, b) Inti pembelajaran (asyncronus) melalui wa group, c) Penutup (syncronus) melalui zoommeeting.
Observasi Siklus I
Dalam melakukan observasi pada siklus I peneliti dan observer, yaitu rekan sejawat sesama guru PJOK (Halim, S.Pd) melalui catatan lapangan mengamati gejala-gejala yang muncul selama proses pembelajaran terkait materi kebugaran jasmani dengan pemanfaatan video tutorial sebagai media pembelaharan. Selain itu peneliti dan observer melakukan evaluasi melalui lembar evaluasi yang terdapat pada RPP. Adapun hasil observasi yang penulis dapatkan dalam kegiatan tindakan pada siklus I adalah sebagai berikut :
Tabel Hasil Belajar Kebugaran Jasmani Terkait Kesehatan (Daya Tahan Cardioresviratori) Pada Siklus I Dengan Diberikan Tindakan Melalui Penggunaan Media Video Tutorial.
https://drive.google.com/file/d/11NDZnJIk3h0K6IPLBRX0Bq9gNKnbIhI7/view?usp=drive_link

Tabel Persentase Hasil Belajar Kebugaran Jasmani Terkait Kesehatan (Daya Tahan Cardioresviratori) Pada Siklus I Dengan Diberikan Tindakan Melalui Penggunaan Media Video Tutorial.
https://drive.google.com/file/d/1HkvyT2nWCPOugfbZeS8RANKoUcHSqORg/view?usp=drive_link

Berdasarkan hasil rekapitulasi data pada siklus I setelah diberikan tindakan, maka dapat dijelaskan bahwa prosentase ketuntasan belajar dengan kriteria sangat baik 0%, baik 2 orang (6%), cukup baik 21 orang (60 %), dan kurang baik 12 orang (34%).

Refleksi Siklus I
Hasil refleksi pada siklus I berdasarkan catatan lapangan yang peneliti dan observer dapatkan selama proses pembelajaran kebugaran jasmani berbasis daring melalui pemanfaatan media video tutorial di kelas XI IPA I SMAN I Sukahaji Kabupaten Majalengka memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kelebihan
Melalui proses pembelajaran daring, pada siklus I memiliki kelebihan-kelebihan, diantaranya :
a.     Peserta didik merasa tertarik dan antusias selama proses pembelajaran. Karena dengan proses pembelajaran daring yang memanfaatkan media video merupakan proses pembelajaran yang baru. Karena selama kegiatan pembelajaran daring sebelumnya, guru hanya memberikan materi ajar dalam bentuk modul dan tugas ajar yang harus dikerjakan oleh peserta didik.
b.     Dengan penggunaan media video tutorial, peserta didik dapat belajar secara mandiri, karena materi pembelajaran dapat dilihat dan di amati kembali apabila peserta didik mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugas ajarnya.
c.     Berdasarkan hasil evalusai pembelajaran pada siklus I, sebagian besar materi pembelajaran sudah dapat dikuasai oleh peserta didik.
Kekurangan
Pelaksanaan siklus I masih ada terdapat beberapa kendala atau kekurangan, adapun kendala-kendala tersebut, antara lain:
a.   Karena metode pembelajarannya berbasis daring, maka proses pembelajaran tersebut sangat dipengaruhi oleh adanya layanan komunikasi, baik itu signal internet, kuota data yang dimiliki oleh peserta didik.
b.   Belum terbiasanya peserta didik dalam pelaksanaan proses pembelajaran menggunakan aplikasi Zoommeeteang, sehingga diawal-awal pembelajaran peserta didik masih terkendala dengan pengoprasian aplikasi tersebut.
c.   Pelaksanaan pembelajaran melalui zoommeating sempat tertunda beberapa jam karena permasalahan teknis.d.   Masih terdapat beberapa orang peserta didik yang tidak dapat mengikuti proses pembelajaran dikarenakan domisili rumah yang tidak terjangkau akses internet.
e.   Selama proses pembelajaran acapkali peserta didik keluar-masuk zoom karena terhambat lemahnya jaringan internet.
f.    Durasi komunikasi langsung dengan peserta didik tidak maksimal dikarenakan peneliti menggunakan aplikasi zoommeet tidak berbayar, sehingga kurang dapat mengeksplor wawasan peserta didik terkait materi yang dipelajari.
g.   Berdasarkan hasil pengamatan dari tugas video yang peserta didik buat, sebagian besar permasalahan yang muncul adalah belum maksimalnya gerakan-gerakan yang dilakukan peserta didik dalam melakukan bentuk- bentuk lathan kebugaran jasmani dilihat dari konsep geraknya.
h.   Penyajian video tutorial sebagai salah satu sumber ajar peserta didik belum maksimal, karena dalam video tersebut belum menjelaskan secara rinci terkait analisis konsep gerak terkait bentuk-bentuk latihan kebugaran jasmani, sehingga peserta didik masih belum paham baik secara konsep maun pada pelaksanaan melakukan bentuk-bentuk latihan kebugaran jasmani terkait kesehatan (daya tahan cardioresviratori) melalui metode circuit training.
Hal positif yang ada pada pelaksanaan tindakan pada siklus I akan dipertahankan dan ditingkatkan pada pelaksanaan tindakan pada siklus II. Sementara itu kekurangan yang ditemukan pada siklus I, akan dijadikan sebagai bahan perbaikan pada pelaksanaan siklus II
Perencanaan Siklus II
Kegiatan yang peneliti lakukan pada tahap perencanaan di Siklus II adalah sebagai berikut:
a.      Menyusun rencana pembelajaran (RPP) yang telah direvisi berdasarkan temuan-temuan pada siklus I.
b.      Merevisi media pembelajaran berdasarkan temuan-temuan pada siklus I, dalam hal ini video tutorial terkait materi kebugaran jasmani lebih diperjelas/ditambah deskripsi terkait konsep sistematika gerak bentuk-bentuk latihan kebugaran jasmani
c.       Menyusun instrumen evaluasi pembelajaran. Untuk ranah afektif melalui lembar pengamatan terkait sikap disiplin, jujur, dan tanggungjawab. Untuk ranah kognitif, melalui tes tulis dalam bentuk pilihan ganda. Sementara untuk kemampuan psikomotor
d.      menggunakan tes unjuk kerja melalui penilaian projek.
e.       Menentukan waktu kegiatan siklus II 
Pelaksanaan Siklus II
Pelaksanaan proses pembelajaran berbasis daring, dengan menggunakan aplikasi Zoommeetng (syncronus) dan Wagroup (asyncronus). Proses pembelajaran kebugaran jasmani terkait kesehatan (daya tahan cardioresviratory) melalui pemanpaatan media pembelajaran video tutorial pada siklus II, terdiri dari tahapan-tahapan :
a.      Pendahuluan (syncronus) melalui Zoommeeting
b.      Inti pembelajaran (syncronus) melalui Zoommeeting
c.       Penutup (syncronus) melalui zoommeeting
Observasi Siklus II
Dalam melakukan observasi pada siklus II peneliti dan observer, yaitu rekan sejawat sesama guru PJOK (Muiz Ridwan Hakim, S.Pd) melalui catatan lapangan mengamati gejala-gejala yang muncul selama proses pembelajaran terkait materi kebugaran jasmani dengan pemanfaatan video tutorial sebagai media pembelaharan. Selain itu peneliti dan observer melakukan evaluasi melalui lembar evaluasi yang terdapat pada RPP. Adapun hasil observasi yang penulis dapatkan dalam kegiatan tindakan pada siklus I adalah sebagai berikut : 
Tabel Hasil Belajar Kebugaran Jasmani Terkait Kesehatan (Daya Tahan Cardioresviratori) Pada Siklus II Dengan Diberikan Tindakan Melalui Penggunaan Media Video Tutorial.
https://drive.google.com/file/d/1N4l6HcvhIQJYBg684_T6O-MVKF1fnDIy/view?usp=drive_link

Tabel Persentase Hasil Belajar Kebugaran Jasmani Terkait Kesehatan (Daya Tahan Cardioresviratori) Pada Siklus II Dengan Diberikan Tindakan Melalui Penggunaan Media Video Tutorial.
https://drive.google.com/file/d/1nQ9jhIi1aLlRVa-St4EECSvLMZ9SnBqy/view?usp=drive_link
Berdasarkan hasil deskripsi rekapitulasi data pada siklus II setelah diberikan tindakan maka dapat dijelaskan bahwa prosentase ketuntasan belajar dengan kriteria sangat baik 0 orang (0%), baik 6 orang (17%), cukup baik 29 orang (83 %), dan kurang baik 0 orang (0%). 
Refleksi Siklus II
Berdasarkan observasi dan catatan lapangan yang penulis dan observer lakukan selama proses pembelajaran. Dalam pelaksanaan siklus I terdapat peningkatan hasil belajar apabila dibandingkan dengan data hasil belajar pada siklus I. Melihat hasil diatas, siklus II berjalan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), peneliti dan observer telah memperbaiki semua kekurangan yang didapat pada saat siklus I. Hal tersebut dapat dilihat dari meningkatnya jumlah persentase ketuntasan belajar klasikal.Berdasarkan data hasil evaluasi belajar pada siklus II, dapat dideskripsikan bahwa jumlah peserta didik yang telah memenuhi standar ketuntasan belajar atau KKM (78) mencapai 35 orang peserta didik (100%) dengan penjabaran 6 orang peserta (17%) mendapatkan kriteria baik, 29 orang peserta didik (83%) memperoleh kriteria cukup baik, dan tidak ada peserta didik yang mendapatkan kriteria nilainnya dibawah KKM (78). Artinya dari total 35 orang peserta didik (100%) sudah mendapatkan kriteria penilaian di atas KKM (78).Hasil diskusi antara peneliti dan observer tentang siklus II, menyimpulkan bahwa hasil perencanaan (planning), tindakan (action) dan pengamatan (observing) yang dilakukan oleh peneliti dan observer berjalan sesuai yang diharapkan karena adanya perubahan peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II, sehingga pada siklus II bisa dikatakan berhasil dengan kata lain peneliti telah selesai pada siklus II dan tidak ada tindakan siklus selanjutnya.Menurut peneliti dan observer sekaligus guru PJOK SMA Negeri I Sukahaji Kabupaten Majalengka, hasil belajar siswa pada siklus II telah mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) tidak perlu diadakan siklus selanjutnya.  
Pembahasan
Pelaksanaan penelitian siklus I dan siklus II menerapkan proses pembelajaran berbasis daring dengan aplikasi zoommeating dan wa group. Pada awal pelaksanaan siklus I terdapat beberapa kendala terkait non-teknis diantaranya bermasalahnya jaringan internet pada beberapa peserta didik sehingga partisipasi peserta didik tidak maksimal, selain itu peserta didik belum terbiasa dengan aplikasi zoommeeting sehingga memerlukan beberapa waktu untuk memulai pembelajaran.Pada siklus I, media video tutorial sebagai salahsatu sumber ajar mendapatkan respon positif dari peserta didik, hal tersebut merupakan suatu metode belajar yang baru dalam proses pembelajaran daring. Karena selama proses pembelajaran daring sebelumnya guru hanya memberikan modul dan tugas ajar kepada peserta didik, sehingga selama proses pembelajaran peserta didik cukup antusias.Walaupun berdampak positif terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik, akan tetapi masih terdapat beberapa peserta didik yang belum mendapatkan standar kriteria ketuntasan. Berdasarkan hasil observasi dan catatan lapangan yang penulis dan observer dapatkan, mendapatkan sebuah gambaran bahwa sebagian peserta didik yang belum tuntas kriteria ketuntasan belajarnya tersebut dikarenakan belum memahami konsep sistematika gerak bentuk-bentuk latihan kebugaran jasmani yang benar. Dari temuan permasalahan dilapangan tersebut menjadikan bahan diskusi antara peneliti dengan observer untuk mendapatkan solusinya.Berdasarkan hasil diskusi dengan observer, maka peneliti memiliki solusi untuk memperbaiki video tutorial tersebut dengan menambahkan deskripsi trkait kosnsep sistematika gerak bentuk-bentuk latihan kebugaran jasmani yang benar dan akan diterapkan pada siklus II.Pelaksanaan siklus II diawali dengan perbaikan perangkat pembelajaran dan video tutorial berdasarkan refleksi pada siklus I. Selanjutnya peneliti mengkondisikan peserta didik terutama yang bermasalah dengan jaringan internet untuk dapat mencari tempat yang lebih baik jaringannya, dan itu berdampak kepada tingkat partisipasi peserta didik pada siklus II dapat semuannya berbartisipasi. Selama proses pembelajaran pada siklus II relatif tidak menemukan hambatan, terlebih peserta didik sudah terbiasa dengan aplikasi zoommeeting sehingga pembelajaran dapat tepat waktu.Selain itu video tutorial yang telah direvisi dengan penambahan deskripsi terkait konsep sistematika gerak bentuk-bentuk latihan kebugaran jasmani yang benar memberikan dampak yang positif terhadap pemahaman peserta didik, sehingga peserta didik paham dan mampu melakukan berbagai gerakan bentuk- bentuk latihan kebugaran tersebut dengan benar. Hal tersebut berpengaruh terhadap tingkat ketuntasan belajar peserta didik.Maka dengan memanfaatkan media video tutorial tersebut informasi ajar yang disampaikan dalam proses pembelajaran bisa diterima dengan baik. Pendekatan pembelajaran dengan menggunakan media video tutorial memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar secara mandiri sesuai dengan percepatan pembelajaran masing-masing. Video tutorial sebagai alat atau sarana pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. 
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang didapatkan di lapangan oleh peneliti, maka peneliti menarik simpulan bahwa : “Penggunaan media video tutorial dapat meningkatkan hasil belajar kebugaran jasmani pada siswa kelas XI IPA I SMAN I Sukahaji Kabupaten Majalengka tahun 2021-2022.”





DAFTAR PUSTAKA
Ariani N dkk, (2010). Pembelajaran Multimedia Di Sekolah. Jakarta:Prestasi   Pustakarya. Arsyad, Azhar. 2016. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Arsyad, Azhar. 2010. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Grafindo Persada, Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta Arifin, Z. (2012). Penelitian Pendidikan Metode dan Paradigma Baru. Bandung: ReSukahajiRosdakarya Brian J. Sharkey. (2003). Kebugaran dan Kesehatan. Penerjemah: Eri Desmarini Nasution. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada Cheppy Riyana. (2007 : 8 – 11). Pedoman Pengembangan Media Video. Jakarta: P3AI UPI. Daryanto (2011). Media Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media. Djoko Pekik Irianto. (2002). Dasar Kepelatihan. Yogyakarta : FIK UNY Harsono, (1988), Coaching dan Aspek Aspek Psikologi Dalam Coaching, Jakarta, CV.Kesuma Ismaryati. (2006). Tes dan Pengukuran Olahraga. Surakarta: Sebelas Maret University Press. Ismaryati. (2006). Tes dan Pengukuran Olahraga. Surakarta: Sebelas Maret University Press. Len Kravitz. (2001). Panduan Lengkap: Bugar Total. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.\ Muhajir. (2004). Pendidikan Jasmani Teori dan Praktek SMA. Jakarta: Erlangga. Sajoto,     (1988).          Pembinaan Kondisi Fisik       dalam  Olahraga. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nala, I.G.N. 2011. Prinsip Pelatihan Fisik Olahraga. Bali: Udayana Nurhasan. (2005). Aktivitas Kebugaran. Jakarta: Derektorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa. Rusli   Lutan   Dkk,    (2000),   Dasar-dasar   Kepelatihan.   Jakarta:   Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.. Sardiman,    A.S,    dkk.    (2008). Media        Pendidikan Pengembangan         dan Pemanfaatannya. Jakarta: Raya Grafindo Persada. Sumintarsih. (2007). Kebugaran Jasmani untuk Lanjut Usia. Olahraga. Vol. 13, Th. XIII, No. 1. Hlm. 26-40..Sudjana. 2002. Metode Statistika. Bandung: Tarsito. Putu         Sutrisna.         (2011) Penerapan                Media         Audio Visual http://putusutrisna.blogspot.com/2011/04/penerapan-media-audio-visual- untuk.html diakses pada tanggal 7 Agustus 2020 waktu 22.10 WIB. Yusuf Adisasmita. 1992. Olahraga Pilihan Atletik. Jakarta: Depdikbud. http://www.scribd.com/doc/21249216/MINAT-BELAJAR                                                                                                          diakses pada tanggal 24 Februari 2020 waktu 21.10 WIB.